PEMUSNAHAN REAGEN



PEMUSNAHAN REAGEN
Menjaga kebersihan laboratorium juga harus ditekankan menjadi tanggung jawab bersama, sehingga setiap selesai pembelajaran praktikum setiap praktikan dibiasakan untuk membersihkan meja kerja yang digunakannya dan pengembalikan  alat  pada  keadaan  bersih.  Pembiasaan ini  harus  dimulai  sejak  praktikan   memasuki  laboratorium dan diingatkan kembali secara terus menerus pada setiap pembelajaran, dan secara tertulis harus tercantum pada tata tertib laboratorium.
Melatih meminimalkan pembuangan sisa bahan/hasil praktikum dan mencegah polusi di sekitar laboratorium memberikan pembelajaran    tentang tanggung jawab  memelihara lingkungan. Penekanan pendekatan ini secara tidak langsung dapat melatih praktikan memiliki kebiasaan menghargai dan berhemat dalam kehidupannya, baik di laboratorium, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif untuk kehidupannya di masa akan datang.
metoda pembuangan limbah laboratorium tersebut terbagi atas empat metoda:
1.      Pembuangan langsung dari laboratorium.
Metoda pembuangan langsung ini dapat diterapkan untuk bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air. Bahan-bahan kimia yang dapat larut dalam air dibuang langsung melalui bak pembuangan limbah laboratorium. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung asam atau basa harus dilakukan penetralan, selanjutnya baru bisa dibuang. Untuk bahan kimia sisa yang mengandung logam-logam berat dan beracun seperti Pb, Hg, Cd, dan sebagainya, endapannya harus dipisahkan terlebih dahulu. Kemudian cairannya dinetralkan dan dibuang.
2.      Dengan pembakaran terbuka.
Metoda pembakaran terbuka dapat diterapkan untuk bahan-bahan organik yang kadar racunnya rendah dan tidak terlalu berbahaya. Bahan-bahan organik tersebut dibakar ditempat yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk.
3.      Pembakaran dalan insenerator.
Metoda pembakaran dalam insenerator dapat diterapkan untuk bahan-bahan toksik yang jika dibakar ditempat terbuka akan menghasilkan senyawa-senyawa yang bersifat toksik.
4.      Dikubur didalam tanah.
Dikubur didalam tanah dengan perlindungan tertentu agar tidak merembes ke badan air. Metoda ini dapat diterapkan untuk zat-zat padat yang reaktif dan beracun.
Selain itu untuk penanganan dan pemusnahan bahan kimia yang dijelasakan di atas dari metoda-metoda yang telah disebutkan diatas, terdapat beberapa jenis tumpahan bahan kimia sisa yang perlu mendapatkan perlakuan khusus sebelum dibuang keperairan. Bahkan diantaranya perlu dimusnahkan sebelum dibuang. Diantara bahan-bahan kimia tersebut antara lain adalah Tumpahan Asam-asam organik, Basa Akali dan Amonia, Bahan-bahan Kimia Oksidator, Bahan-bahan kimia reduktor, Sianida dan Nitril. Contoh pemusnahan bahan

·         Halida Asam Organik
Contoh bahan : Asetil bromida, Asetil klorida, Benzoil klorida
Pembuangan/pemusnahan bahan:
Campurkan dengan NaHCO3, dalam wadah gelas atau plastik dan tambahkan air dalam jumlah banyak sambil diaduk. Buang ke dalam bak air diikuti dengan banyak air.
  
·         Senyawa Halida Organik
Contoh bahan : Alumunium klorida, Asam klorosulfonik, Stanilklorida
Pembuangan/pemusnahan bahan :
Campur dengan NaHCO3 dalam sebuah wadah penguap. Semprot dengan NH4OH 6 M dan aduk serta tambah es untuk mendinginkan hasil reaksi. Setelah tidak terbentuk uap NH4Cl, tambah air dan aduk. Netralkan dengan HCl sebelum dibuang bersama-sama air.

·         Aldehida
Contoh bahan : Asetaldehida, Akrolein, Benzaldehida, Kloral, Formaldehida, Furfural, Paraldehida
Pembuangan/pemusnahan bahan :
Serap dalam adsorbent, bakar secara terbuka atau dalam insenerator. Larutkan dalam aseton atau benzena, bakar dalam insenerator.
  
·         Halida Organik dan Senyawanya
Contoh bahan : Aldrin, Klordan, Dieldrin, Lindane, Tetraetillead (TEL), Vinilkloride
Pembuangan/pemusnahan bahan :
Tuangkan ke dalam  NaHCO3atau campuran pasir dengan NaOH (90:10). Aduk baik-baik dan pindahkan ke dalam insenerator. Larutkan ke dalam pelarut organik mudah terbakar (aseton, Benzena). Bakar dalam insenerator.
Beberapa hal yang juga harus diperhatikan dan ditanamkan pada pengguna Lab dalam menjaga kebersihan laboratorium adalah sebagai berikut:
  Setiap pengguna lab harus menjaga area tempat kerja/ meja laboratorium dan sekitarnya bersih dan bebas dari barang-barang yang tidak diperlukan untuk eksperimen tersebut.
  Buatlah area tempat kerja dan sekitarnya tetap bersih dan rapi selama praktikum berlangsung sampai pada akhir praktikum. 
  Jangan  menutup  saluran  wastafel/sink  dengan  sisa bahan praktikum/kotoran. 
  Jangan melakukan aktivitas yang menghalangi jalan keluar atau peralatan yang berfungsi untuk keadaan gawat darurat.
  Perhatikan semua alat yang akan digunakan sebelum memulai praktikum, bila ada kerusakan (retak, patah atau lainnya), laporkan pada petugas dan jangan menggunakan peralatan yang rusak untuk praktikum
  Jangan membuang/menunggu sisa zat kimia ke dalam wastafel atau tempat sampah.
  Tempatkan   bahan-bahan   kimia   sisa   pada   tabung khusus sesuai dengan lebel yang telah diberikan. Jangan mencampurkan buangan zat-zat kimia sembarangan.
  Buanglah barang-barang yang sudah dipakai seperti pecahan kaca, sarung tangan, kertas tissue, atau alat- alat tajam (shyring, dll), segera pada wadah/kontainer yang disedikan sesuai lebel yang telah diberikan.
            Untuk membersihkan kaca objek bekas potongan daun cukup dengan menggunakan cairan pembersih seperti alcohol lalu dibilas lagi dengan air yang mengalir. Tetapi apabila terdapat kaca objek/penutup yang pecah mengingat bahan tersebut sangat mudah pecah kumpulkan dan segera dimasukkan ke dalam container yang disediakan.

berikut video pemusnahan jarum suntik
https://www.youtube.com/watch?v=4FCiZA5fwwM 

PERTANYAAN SAYA :
1.      APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA.
2.      APAKAH SALURAN UDARA KELUAR RUANGAN LAB YANG MENGANDUNG BAHAN-BAHAN KIMIA JUGA DAPAT BERBAHAYA BAGI ORANG DILUAR RUANGAN? BAGAIMANA MENGATASINYA?
3.      APAKAH DENGAN MENGIKUTI PROSEDUR PEMUSNAHAN, REAGEN TERSEBUT TIDAK AKAN MENGGANGGU LINGKUNGAN SEKITAR LAGI ATAU MASIH BERBAHAYA?

Komentar

  1. APAKAH DENGAN MENGIKUTI PROSEDUR PEMUSNAHAN, REAGEN TERSEBUT TIDAK AKAN MENGGANGGU LINGKUNGAN SEKITAR LAGI ATAU MASIH BERBAHahya?

    jika telah sesuai prosedur berarti telah dilakukan dengan baik, namun pada saat pemusnahan reagen yang mengandung senyawa kimia beracun, contoh senyawa toksin, artinya reagen ini tak dapat diurai langsung doleh tanah dan memerlukan penanganan atau alat khusus

    BalasHapus
  2. Menanggapi pertanyaan nomor 1, berita acara sangat penring sebagai administrasi data kemana inventaris yg sebelumnya ada kemudian menjadi tidak ada, krn jika tidak ada berta acara kemudian dilakukan audit maka tidak menutupnkemungkinan akan muncul dugaan alat2 yg telah dimusnahkan tsb dianggap telah dipakai secara pribadi oleh pengelola labor

    BalasHapus
  3. No 3
    APAKAH DENGAN MENGIKUTI PROSEDUR PEMUSNAHAN, REAGEN TERSEBUT TIDAK AKAN MENGGANGGU LINGKUNGAN SEKITAR LAGI ATAU MASIH BERBAHAYA?
    Jika pemusnahan reagen telah mengikuti prosedur yg telah ditentukan dan dilakukan dg benar, tentu tidak akan berbhaya bagi lingkungan sekitar nya
    Terima kasih

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum, menanggapi pertanyaan nmor 1. Penting untuk membuat berita acara , karena itu sebagai administrasi bahwa pernah ada bahan yang di muanahkan, sehingga pada waktu diperiksa data kita lengkap.

    BalasHapus
  5. Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 1 yaitu APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA. Berita acara diperlukan pada saat pemusnahan reagen atau pun alat agar kita mengetahui jumlah dari persedian bahan maupun alat yang masih ada selain itu biasa nya bahan maupun alat tersebut adalah bantuan oleh pemerintah sehingga diperlukan nya suatu berita acara sehingga jelas kemana bahan tersebut

    BalasHapus
  6. APAKAH DENGAN MENGIKUTI PROSEDUR PEMUSNAHAN, REAGEN TERSEBUT TIDAK AKAN MENGGANGGU LINGKUNGAN SEKITAR LAGI ATAU MASIH BERBAHAYA?

    Komentar
    Menanggapi pertanyaan nomor 3, apabila pemusnahan reagen itu dilaksanakan sesuai prosedur tidak akan menanggu lingkungan sekitar..

    BalasHapus
  7. Menanggapi pertanyaan no 1 APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA ?
    Kita ketahui bahwa berita acara adalah naskah dinas (atau surat) yang di dalamnya memuat pernyataan pengesahan tentang suatu kegiatan, rapat, kehilangan, kerusakan dan serah terima barang, penyelesaian pekerjaan, kejadian, peristiwa, perubahan status, dll. Jadi, Menurut saya karena sudah menjadi syarat resmi administrasi pemusnahan alat dan reagen laboratorium dan sebagai bukti fisik tentang benar adanya pemusnahan alat laboratorium tersebut sehingga bisa dijadikan rekomendasi untuk pengadaan alat yang baru.

    BalasHapus
  8. 1. APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA
    sangat penting, dengan adanya berita acara maka kita bisa tau berapa alat atau bahan yang telah dimusnahkan, dengan itu maka bisa membeli alat atau bahan yang kekurangan.

    BalasHapus
  9. APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA.

    Berita Acara (BA) sangat diperlukan untuk keperluan administrasi. Selain untuk menjaga mutu laboratorium, BA juga penting jika sewaktu terjadi masalah. Sehingga diketahui siapa saja yang bertanggung jawab dalam setiap proses yang terjadi di laboratorium, termasuk dalam pemusnahan reagen. Terima kasih,.

    BalasHapus
  10. APAKAH DENGAN MENGIKUTI PROSEDUR PEMUSNAHAN, REAGEN TERSEBUT TIDAK AKAN MENGGANGGU LINGKUNGAN SEKITAR LAGI ATAU MASIH BERBAHAYA?

    Kalau menurut saya jika pemusnahan telah sesuai dengan prosedur maka tidak akan membahayakan bagi lingkungan sekitar

    BalasHapus
  11. 1. APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA.
    Menurut saya diperlukan karena berita acara dibutuhkan untuk mengetahui alat-alat apa saja yang telah dimusnahkan sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi pengecekan inventaris kita memiliki catatannya.

    BalasHapus
  12. APAKAH PERLU BERITA ACARA DIBUAT? SEBERAPA PENTING? KARENA BIASANYA DISEKOLAH TEMPAT SAYA MENGAJAR TIDAK MENGGUNAKAN BERITA ACARA.
    jwab: perlu, sangat penting. kerena dengan berita acara, menggambarkan tindakan/kejadian yang telah dilakukan. dengan demikian kndla-kendala yg terjadi bisa teratasi.

    BalasHapus

Posting Komentar